{"id":1001,"date":"2024-09-26T12:57:59","date_gmt":"2024-09-26T05:57:59","guid":{"rendered":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/?p=1001"},"modified":"2024-09-27T13:30:50","modified_gmt":"2024-09-27T06:30:50","slug":"indonesia-masuki-babak-baru-negara-industri-presiden-resmikan-smelter-bauksit-di-mempawah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/2024\/09\/26\/indonesia-masuki-babak-baru-negara-industri-presiden-resmikan-smelter-bauksit-di-mempawah\/","title":{"rendered":"Indonesia Masuki Babak Baru Negara Industri, Presiden Resmikan Smelter Bauksit di Mempawah"},"content":{"rendered":"<p><strong>MEMPAWAH,\u00a0 &#8211; <\/strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Injeksi Bauksit Perdana Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (24\/9\/2024).<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan agar sejarah Indonesia sebagai pengekspor bahan mentah jangan sampai terulang kembali.<\/p>\n<p>Indonesia katanya, sudah mengekspor bahan-bahan mentah lebih dari 400 tahun lalu atau sejak zaman VOC Belanda. Saat itu yang banyak diekspor adalah rempah-rempah.<\/p>\n<p>Negara yang mengimpor bahan mentah dari Indonesia mendapat keuntungan besar dan menjadi negara maju, sementara Indonesia sendiri tidak dapat berkembang optimal menjadi negara maju.<\/p>\n<p>\u201cNegara-negara maju betul-betul sudah kecanduan terhadap impor bahan-bahan mentah Indonesia. Sehingga saat kita ingin hilirisasi pasti diganggu, pasti mereka tidak rela dan tidak mau,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Namun dengan memanfaatkan situasi geopolitik global, pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun industri domestik tanpa gangguan karena perhatian negara-negara maju sedang teralihkan.<\/p>\n<p>\u201cUntungnya negara-negara maju sibuk dengan masalah-masalah yang mereka miliki dan melupakan kita. Inilah kesempatan untuk membangun industri dan smelter dari mineral-mineral yang kita miliki tanpa ada yang menggangu, meskipun empat tahun lalu saat kita menyetop ekspor nikel, Uni Eropa menggugat Indonesia ke WTO, tapi setelah itu tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, pembangunan fase pertama smelter PT Borneo Alumina Indonesia yang bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk ini akhirnya selesai dibangun.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan smelter ini merupakan usaha kita untuk menyongsong Indonesia menjadi negara industri, mengolah sumber daya alam kita sendiri, dan tidak lagi mengekspor bahan-bahan mentah. Stop mengekspor bahan-bahan mentah, olah sendiri, karena nilai tambahnya akan diperoleh masyarakat dan negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jokowi juga menyoroti kesuksesan Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah produk seperti nikel. Sebelum 2020, ekspor nikel mentah hanya menghasilkan USD1,4 hingga USD2 miliar atau sekitar Rp20 triliun, namun setelah kebijakan penghentian ekspor bahan mentah, nilai tambah melonjak hingga USD 34,8 miliar atau sekitar Rp600 triliun pada tahun 2023.<\/p>\n<p>Kebutuhan aluminium dalam negeri yang mencapai 1,2 juta ton, saat ini 56 persennya masih diimpor. Dengan selesainya pembangunan smelter ini, diharapkan impor aluminium dapat dihentikan sehingga menghemat devisa negara sebesar USD3,5 miliar atau sekitar Rp50 triliun lebih setiap tahunnya.<\/p>\n<p>&#8220;Rp50 triliun lebih devisa kita hilang gara-gara kita impor aluminium, dan saya senang sekali ekosistem dari hulu sampai hilir untuk industri aluminium yang terintegrasi ini betul-betul telah selesai untuk fase pertamanya,&#8221; ujar Jokowi.<\/p>\n<p>Setelah beroperasi, smelter alumina ini akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (Inalum). Smelter ini akan memproses bauksit menjadi alumina yang kemudian akan dikirim melalui Pelabuhan Internasional Kijing ke Kuala Tanjung untuk diolah lebih lanjut di PT Inalum.<\/p>\n<p>\u201cDengan beroperasinya SGAR fase I yang menelan total nilai investasi sebesar Rp16 triliun ini, diharapkan menjadi awal dari babak baru industrialisasi Indonesia,\u201d kata Jokowi.<\/p>\n<p>Jokowi mengemukakan bahwa Indonesia telah memasuki babak baru sebagai negara industri melalui sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung hilirisasi sumber daya alam.<\/p>\n<p>&#8220;Ini merupakan jejak-jejak industrialisasi, dimulainya industrialisasi di negara kita Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Jokowi mengatakan, jejak industrialisasi itu ditandai dengan operasional sejumlah fasilitas smelter di dalam negeri sebagai fasilitas industri yang digunakan untuk memproses bijih mineral menjadi logam murni atau paduan logam.<\/p>\n<p>Selain Mempawah, kata Jokowi, pemerintah telah mengoperasionalkan smelter tembaga PT Amman Mineral di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (23\/9\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin kita juga telah memulai untuk produksi tembaga di Sumbawa, PT Amman, senilai Rp21 triliun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kapasitas dan Fitur Smelter PT Amman Mineral dibangun pada lahan seluas 272 hektare dan berlokasi sekitar 1,5 kilometer dari Pelabuhan Benete.<\/p>\n<p>Smelter itu memiliki kapasitas pengolahan 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun yang dipasok dari tambang Batu Hijau dan Elang, serta mengolah 139 ribu ton fluks silika per tahun.<\/p>\n<p>Produk utama dari smelter ini adalah 220 ribu ton katoda tembaga LME Grade A dengan kemurnian 99,99 persen setiap tahunnya, serta 830 ribu ton asam sulfat dengan kemurnian 98,50 persen.<\/p>\n<p>Selain itu, kata Jokowi, PT Freeport Indonesia juga membuka fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur, dengan total investasi Rp56 triliun dengan kontribusi menambah pendapatan negara yang diperkirakan mencapai hingga Rp80 triliun dari berbagai sumber, termasuk dividen, royalti, pajak daerah, hingga pajak ekspor.<\/p>\n<p>Smelter di Gresik akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga dari Papua, menghasilkan 900 ribu ton katoda tembaga, 50 ton emas, serta 210 ton perak.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendorong hilirisasi mineral, mulai dari nikel, tembaga dan bauksit.<\/p>\n<p>\u201cPengoperasian SGAR ini pencapaian penting dalam mineral logam Indonesia. Syukur kita di Mind Id bisa lakukan integrasi hulu ke hilir, lengkap dari bauksit, alumina dan aluminium, sehingga kita siap untuk pengembangan ekonomi nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kata Hendi, pada fase pertama operasional akan memproduksi 1 juta ton, tetapi dengan visi melakukan hilirisasi penuh dan membantu meringankan beban devisa, akan ditingkatkan kapasitas menjadi 900 ribu ton, sehingga memerlukan bahan baku 1 juta ton.<\/p>\n<p>\u201cGubernur dan bupat kami mohon dukungan, karena selain kapasitas produk, kita butuh perizinan-perizinan dan pembebasan lahan,\u201d ujar Hendi.<\/p>\n<p>Pada desain fase pertama pembangunan, lanjut Hendi, luas lahan hanya 100 hektare. Jumlah ini akan ditambah pada fase kedua pembangunan pabrik SGAR 2 mencapai 500 hektare.<\/p>\n<p>\u201cNantinya juga akan dibangun smelter aluminium. Daya saing tentunya akan bertambah karena logistik jadi mudah, sehingga produksi siap, pasar bisa kirim dari (terminal) Kijing. Kita harap seandainya ada perluasan KEK, tentunya pabrik industri hilir bisa tumbuh kembang di sini sehingga pemerataan ekonomi yang lebih baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kata Hendi biaya yang dikeluarkan untuk fase pertama SGAR mencapai Rp1,6 ton. Sementara untuk pembangunan fase 2, investasi yang diperlukan diperkirakan akan lebih rendah.<\/p>\n<p>\u201cFase 2 kemungkinan akan lebih murah karena tidak harus membangun pembangkit, tapi\u00a0 tambahan pembangkit. Estrimasi sekitar 900 juta dolar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cAkan tapi semua bisa hemat devisa mencapai 3,5 miliar dolar dari pengurangan impor aluminium. Ada\u00a0<em>output<\/em>\u00a0keekonomian Rp150 triliun lebih. Kemudian akan ada penambahan ribuan lapangan kerja. Sungguh suatu nilai tambah yang sangat besar,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Dikutip dari laman Inalum.id, SGAR mulai dibangun pada 2020 di Kabupaten Mempawah, sekitar 100 km dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Pj Gubernur Kalbar Harisson menyambut baik atas injeksi bauksit perdana di SGAR, PT BAI oleh Presiden Jokowi. Ia menyatakan mendukung upaya-upaya hilirisasi di Kalbar dapat terus dipacu.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan kita eksplorasi SDA lalu diekspor, dan dibeli oleh negara lain dengan harga murah. Harusnya kita lakukan hilirisasi terhadap SDA kita, dan dapat dijual dengan harga yang berkali-kali lipat,&#8221; ungkap Harisson.<\/p>\n<p>Harisson menambahkan, dengan adanya industri pengolahan bahan mentah, maka negara ini dapat menekan impor bahan produksi. Seperti misalnya impor aluminium, yang selama ini telah menghabiskan banyak devisa negara. Padahal di dalam negeri sendiri punya bahan baku aluminium yang melimpah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga mengucapan terima kasih kepada Pak Jokowi, Presiden RI yang terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat, termasuk di Kalbar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Wakil Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Ria Norsan mengaku bangga dengan meresmikan Injeksi Bauksit Perdana SGAR PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat bangga dengan peresmian hari ini yang dilakukan Presiden Jokowi, karena perintis pertama ini adalah saya semasa menjadi Bupati Mempawah,\u201d katanya kepada wartawan di lokasi peresmian.<\/p>\n<p>Seperti diketahui sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menjabat sebagai Bupati Kabupaten mempawah selama dua periode yakni pada 2009\u20132014 dan 2014\u20132018.<\/p>\n<p>Pada masa pemerintahannya sebagai Bupati Mempawah, juga dilakukan proses pertama pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.<\/p>\n<p>\u201cInilah hasil karya saya untuk anak bangsa. Ini juga untuk masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kalbar. Saya hari ini senang sekali karena apa yang kita usahakan selama ini telah diresmikan langsung oleh Bapak Presiden\u201d ungkap Norsan.<\/p>\n<p>Norsan juga meyakini dengan beroperasinya SGAR juga akan memberikan dampak yang sangat besar untuk perkembangan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat di Mempawah.<\/p>\n<p>\u201cHadirnya Pelabuhan Kijing dan SGAR ini pertumbuhan ekonomi di Mempawah akan lebih tinggi dari Pontianak dan Kalbar,\u201d yakin Norsan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMPAWAH,\u00a0 &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Injeksi Bauksit Perdana Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1008,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,23],"tags":[],"class_list":["post-1001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-mempawah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1001"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1009,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions\/1009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}