{"id":3032,"date":"2025-09-17T10:38:06","date_gmt":"2025-09-17T03:38:06","guid":{"rendered":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/?p=3032"},"modified":"2025-09-16T10:39:26","modified_gmt":"2025-09-16T03:39:26","slug":"eksplorasi-wisata-kabupaten-sambas-permata-di-ujung-kalimantan-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/2025\/09\/17\/eksplorasi-wisata-kabupaten-sambas-permata-di-ujung-kalimantan-barat\/","title":{"rendered":"Eksplorasi Wisata Kabupaten Sambas, Permata di Ujung Kalimantan Barat"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"205\" data-end=\"467\">Kabupaten Sambas terletak di bagian utara Kalimantan Barat, berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain terkenal dengan sejarah Kesultanan Sambas, daerah ini juga menyimpan keindahan alam dan kekayaan budaya yang membuatnya layak jadi destinasi wisata pilihan.<\/p>\n<h3 data-start=\"469\" data-end=\"506\">1. <strong data-start=\"476\" data-end=\"504\">Istana Alwatzikhoebillah<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"507\" data-end=\"770\">Ikon sejarah di Sambas adalah istana peninggalan Kesultanan Sambas. Bangunannya yang megah dengan arsitektur khas Melayu menjadi saksi kejayaan masa lalu. Di dalamnya tersimpan benda-benda bersejarah, dan suasana di sekitarnya memberi nuansa klasik yang kental.<\/p>\n<h3 data-start=\"772\" data-end=\"799\">2. <strong data-start=\"779\" data-end=\"797\">Pantai Temajuk<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"800\" data-end=\"1074\">Pantai ini sering dijuluki sebagai \u201cBali-nya Kalimantan\u201d. Dengan pasir putih yang panjang, laut biru jernih, dan suasana tenang, Pantai Temajuk jadi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasinya yang dekat dengan perbatasan Malaysia menambah daya tarik tersendiri.<\/p>\n<h3 data-start=\"1076\" data-end=\"1103\">3. <strong data-start=\"1083\" data-end=\"1101\">Pulau Selimpai<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1104\" data-end=\"1294\">Pulau kecil di Sambas ini memiliki pantai cantik sekaligus menjadi habitat penyu. Wisatawan bisa menikmati suasana alami sekaligus berkesempatan melihat penyu bertelur pada musim tertentu.<\/p>\n<h3 data-start=\"1296\" data-end=\"1332\">4. <strong data-start=\"1303\" data-end=\"1330\">Air Terjun Riam Canggat<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1333\" data-end=\"1528\">Bagi pecinta petualangan, Sambas punya destinasi alam berupa air terjun indah yang tersembunyi di tengah hutan. Airnya jernih dan suasananya sejuk, cocok untuk trekking sekaligus melepas penat.<\/p>\n<h3 data-start=\"1530\" data-end=\"1557\">5. <strong data-start=\"1537\" data-end=\"1555\">Danau Sebedang<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1558\" data-end=\"1746\">Danau ini dikenal dengan airnya yang jernih, dikelilingi perbukitan hijau. Pemandangannya menenangkan, pas untuk bersantai, memancing, atau sekadar berfoto dengan latar alam yang cantik.<\/p>\n<h3 data-start=\"1748\" data-end=\"1780\">6. <strong data-start=\"1755\" data-end=\"1778\">Kuliner Khas Sambas<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1781\" data-end=\"1986\">Selain wisata alam dan budaya, jangan lupa mencoba kuliner khas Sambas seperti <strong data-start=\"1860\" data-end=\"1875\">Bubur Pedas<\/strong> dan <strong data-start=\"1880\" data-end=\"1909\">Udang Galah Sungai Sambas<\/strong>. Rasanya otentik dan jadi pengalaman tersendiri bagi lidah para wisatawan.<\/p>\n<p data-start=\"2006\" data-end=\"2294\">Kabupaten Sambas menawarkan pengalaman wisata yang beragam: dari sejarah kerajaan, pantai eksotis, pulau alami, hingga kuliner khas yang menggugah selera. Jadi, kalau kamu ingin liburan dengan nuansa alam sekaligus budaya yang kental, Sambas bisa jadi pilihan tepat di Kalimantan Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Sambas terletak di bagian utara Kalimantan Barat, berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain terkenal dengan sejarah Kesultanan Sambas, daerah ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3033,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-3032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3032"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3034,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032\/revisions\/3034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ruangwawasan.id\/ruang_wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}